In fact... i won't open any field like a farmer and even if i finished my bachelor degree in Bogor Agricultural University majoring management in science i won't get wet with mud, i back to my field in management, i feel like come home. Last year i was reporting news and u can see me on tv, but today (March 15) i become an Account Executive in Indosat, underline: i have a new job and noticeably im improving my management skill. Dina still on the go and i still wanna wave to u on tv.
Senin, Maret 15, 2010
go 'field'
In fact... i won't open any field like a farmer and even if i finished my bachelor degree in Bogor Agricultural University majoring management in science i won't get wet with mud, i back to my field in management, i feel like come home. Last year i was reporting news and u can see me on tv, but today (March 15) i become an Account Executive in Indosat, underline: i have a new job and noticeably im improving my management skill. Dina still on the go and i still wanna wave to u on tv.
Kamis, Februari 25, 2010
M is not Bartolomeo Cristofori
gravecembalo col piano e forte hapsichord...
I can't imagine how can be white and black so perfectly set in life
White and black is not perfect anymore, because after white he give me black
The major to the mineur key, come lead me to the monotonous jive
Today i feel it's nothing more than just a mischievous harmony
If Cristofori make u as a legacy, why he can't give me just another white
If Cristofori can play u as a great melody, why he can't reply just ordinary goodbye
The note is so true piano...M is not Bartolomeo Cristofori
Selasa, Januari 12, 2010
Wapres berbunyi Budi
Jumat, Januari 08, 2010
learn from universe

NO THANX!
Bukan bermaksud tidak menghargai para perokok di luar sana yang sama sekali belum berempati pada orang disekelilingnya yang tidak merokok, saya benar-benar hilang akal kalau yang melakukan hal ini justru para petinggi negara, pejabat, sarjana, wartawan, dan semua orang yang mengakui dirinya kaum teredukasi. Adalah saat saya bekerja sebagai reporter, kedongkolan mendalam serius saya derita karena decak kagum saya terhadap 'kebodohan permanen' yang teman-teman satu profesi lakukan yaitu merokok sembarangan! memang larangan merokok bukan terdestinasi untuk tidak merokok sama sekali, tapi hanya mengatur tempat merokok...tapi kenapa beberapa oknum ini yang boleh saya tulis adalah rekan kerja saya (yang katanya adalah 'gudang ilmu a.k.a perpustakaan berjalan) yang jelas tahu ada perda Kawasan Dilarang Merokok (KDM) jarang menggubris aturan ini. KDM hanya mengatur bukan melarang merokok sama sekali, koq hal yang sama sekali tidak rumit ini susah diapresiasi ya???
Yayayaya...sekelumit sisipan cerita tadi tidak akan saya bahas lebih lanjut karena hanya menambah deret kesal tanpa ada data pencilan. Merokok memang pilihan, tapi pilihan ini tidak harus dong berbenturan dengan hak orang menghirup udara tanpa racun nikotin. Smoke Smart, (even u never look smart with smoke though). Saat liputan di Mabes Polri suatu hari, salah satu wartawan sempat bertanya "...din, syarat jadi pacar atau suami kamu apa siy?, yang saya tahu kamu belum punya pacar ya..?" dengan lantang saya menjawab "..yang boleh mas tahu cuma syarat awal ya,,,dia ga ngerokok!" dia pun tertohok menahan tawa karna disana kumpulan wartawan sibuk ngebul semua. "Waduh padahal ada yg mau aku comblangin lho, anak anggota DPR lagi cari istri, mmmmmmmm tapi dia ngerokok din, mau?" i said NO THANX!
Selasa, Desember 15, 2009
pack the unpacked
I bet it took a while, the freedom that make her smile
Change is the best way that she can get, move and run faster without regrets
With her suitcase walk in the same track, run in the track ball make her always look back
Suitcase is not enough, she already have the valise to make her tough
So, she needs a footlocker, pack all the unfinished 'dress' it could be better
Pack the unpacked sister... it may a remedy but it tasted bitter Selasa, Desember 08, 2009
Tapos:antara susu dan pulsa
Mengetahui tempat yang akan saya datangi adalah sebuah kecamatan baru di Depok memang bukan sesuatu yang esensial dalam posting ini, Tapos adalah satu dari lima kecamatan baru hasil pemekaran sehingga jumlah kecamatan di salah satu kota termuda di provinsi Jawa Barat ini menjadi sebelas. Ke Tapos pula, saya dan beberapa rekan dari Ikatan Abang Mpok Depok (IKAM) di undang oleh Lembaga Kajian Pembangunan Daerah (LKPD) Kota Depok untuk ikut 'meramaikan' kegiatan program penyuluhan dan peningkatan kesehatan balita yang sudah rutin digelar. Saya tergiur untuk menyaksikan langsung kegiatan LKPD yang menggandeng salah satu BUMN sebagai satu bentuk CSR-nya ini, karena ada pembagian susu gratis untuk para balita. Everythings with milk and babies are gorgeous.
- IKAM & generasi penerus yang akan membangun Tapos -Jumat, November 27, 2009
A Rendezvous with Miss Universe 2009
Senin, Juli 20, 2009
it's deep, personal (No.2)
Selasa, Juli 07, 2009
positioning positioning
Beberapa duta pariwisata seluruh Indonesia di Gebyar Wisata Nusantara 2009 di JCC Jakarta, 4 Juni 2009.
Why this posting called "positioning positioning"? i do care about my city & its tourism potency. Menyaksikan sendiri bagaimana beberapa kabupaten/kota yang menjadi peserta exhibition menggarap serius konsep 'jualan' mereka menggelitik pikiran ini untuk berproses dan memikirkan apa dan bagaimana seharusnya Kota Depok mengelola pariwisata dan menjadikan ilmu marketing sebagai dasar teori dalam mempromosikan potensi budaya dan wisata yang ada. Karena 'background' pendidikan saya adalah manajemen dengan konsentrasi marketing, saya paham konsep sederhana yang keluar dari mbah dewa-nya marketing Indonesia dan dunia Hermawan Kartajaya (HK). Dalam hal ini, orang-orang yang berkecimpung dalam mempromosikan pariwisata hendaknya mengerti konsep dasar pemasaran dari beliau, kalau memang punya niat besar untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai pendongkrak ekonomi masyarakat sepertinya teori HK bukan hal yang sulit diterapkan.
Teori STV triangle (Strategy, Tactic, Value) merupakan hal dasar yang kerap dieksekusi dalam suatu manajemen instansi/organisasi dalam 'berjualan'. Tanpa merendahkan nilai pariwisata, seni dan budaya sebagai komoditas belaka, saya menggunakan kata 'jualan' karena memang dalam era ekonomi kreatif sebagai orientasi perekonomian dunia saat ini, all we need to do is selling the concept in a right direction. Pariwisata, seni, dan budaya berdiri sebagai ujung tombak perekonomian disaat sektor-sektor lain kolaps karena krisis. Depok juga harus mampu menerapkan teori ini dalam mengembangkan sektor pariwisata nya karena di sisi lain kota/daerah lain seperti jakarta, bandung, garut, kuningan, padang, solo, jogja, bali, lombok, dan yang lainnya telah melaksanakannya dengan baik.

Di dalam komponen STV, lingkaran strategy terdiri dari segmentation, targeting dan positioning. Saya tak melihat segmentation dan targeting sebagai jawaban pembenahan karena memang segmen dan target pasar Depok sama dengan kota lainnya, yaitu masyarakat lokal, nasional, dan dunia. Positioning yang tepat merupakan hal yang patut di lakukan Depok untuk menaikan 'pangkat' sektor pariwisata lokal. Bila Bandung sudah terstigma dalam posisi 'paris van java', jakarta dengan tagline 'enjoy jakarta', garut yang tersohor dengan 'domba garut'-nya, bali dengan (u name it, bali has everything), semua kota yang pariwisata nya maju pasti telah melakukan positioning dengan tepat. Sudah terlanjur dikenal dengan istilah 'belanda depok' atau pun dengan sebuah mesjid yang ternama Kubah Emas (Mesjid Dian Al-Mahri, tujuh dari mesjid berkubah emas di dunia) , Depok juga merupakan kota pendidikan dimana Universitas Indonesia berada, Belimbing Dewa yang telah 'esteblished' menjadi 'icon' juga merupakan potensi agrowisata yang tengah digembar-gemborkan. Namun jajaran potensi ini belum lah cukup tanpa positioning yang jelas. Akan 'dipasarkan' sebagai kota yang bagaimanakah masih menjadi pertanyaan karena memang kota warisan Cornelis Chastelein ini memiliki eksotika sejarah yang belum dijadikan daya pikat wisata.
Konon berawal dari seorang Belanda Cornelis Chastelein masyarakat Depok terbentuk dari 12 marga (Bacas, Isakh, Jacob, Joseph, Jonathans, Loen, laurens, Samuel, Soedira, Tholense & Zadokh). Dari asal-usul nya saja kota ini sebenarnya sudah memiliki posisi sebagai kota wisata sejarah dengan nuansa kolonial lengkap dengan bangunan-bangunan tua khas Belanda. Ditambah lagi keunikan betawi nan kental secara kultural dengan budaya sunda sebagai jati diri administratif membuat kota ini semakin heterogen dan berkarakter. Mungkin sumberdaya pemerintah dan para stakeholder pariwisata, seni dan budaya kota ini harus belajar dari negeri seberang Singapore yang memang tak memiliki banyak keindahan 'mother nature' yang siap dijual namun dengan kejelian menangkap kebutuhan pasar akan arti wisata mereka berubah menjadi negeri impian para pelancong dunia.
Kota ini harus hati - hati dalam melakukan positioning, karena kalau salah bukan saja dicap sebagai sekedar sub-urban yang serupa dengan Bekasi tetapi juga kota yang 'abu-abu'. Topeng Cisalak dan Gong Sibolong adalah unsur intrinsik seni yang harus dijadikan dewa dalam setiap agenda wisata, karena memang kesenian inilah yang menjadi identitas salah satu kota termuda di Jawa Barat ini. Dengan kenyataan sebagai kota dengan IPM tertinggi di Jawa Barat, saya optimis pemerintah dan seluruh jajarannya akan dengan pasti mentukan konsep positioning Kota Depok dengan bijak. Kearifan lokal dan kesantunan masyarakatnya sebagai bagian dari alat pendorong majunya pariwisata Depok setelah manajemen marketing diaplikasikan dengan sempurna, seyogyanya mampu mencitrakan kota ini sebagai miniatur Indonesia yang siap 'dijual'. Dyne with love.



